BINTANG, Penghias Langit

Oleh: Bunda Denok 


Teman-teman masih ingat kan  lagu "Bintang Kecil" yang diciptakan oleh Pak Daldjono Hadisudibjo. Ternyata hampir semua anak-anak di Indonesia bisa menyanyikan lagu ini. Berikut lirik lagunya ya.

Bintang kecil di langit yang tinggi

Amat banyak menghias angkasa

Aku ingin terbang dan menari

Jauh tinggi ke tempat Kau berada


Tahukah kalian apa sih sebenarnya bintang itu? Mengapa dia seolah berkelap-kelip di malam hari? Dan apakah bintang juga disebutkan dalam Al  Qur'an? Yuk, kita pelajari bersama tentang Si Bintang Penghias Langit.

Setiap dari benda langit yang memancarkan cahaya dinamakan sebagai bintang. Pancaran cahaya bintang ada yang bersumber dari dirinya sendiri ada pula yang bersumber dari pantulan cahaya. Jika sumber cahaya itu dari dirinya sendiri disebut bintang nyata, sedang yang bersal dari cahaya pantulan disebut bintang semu.

Jadi bintang apa yang yang mengeluarkan cahaya sendiri? Iya benar, matahari adalah salah satu bintang yang mengeluarkan cahaya sendiri. Matahari adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi tempat kita tinggal. Dan salah satu bintang yang memantulkan cahaya atau bintang semu diantaranya adalah bulan. Hmm padahal cahaya bulan begitu terang terlihat di langit, ternyata itu adalah pantulan cahaya dari matahari.

Lalu, bagaimana bintang yang kita lihat bertaburan di langit terlihat begitu kecil? Nah, itu karena letak bintang yang sangat jauh dari bumi sehingga bintang nampak kecil. Subhanallah begitu besar kekuasaan Allah SWT, menciptakan seluruh alam semesta yang sangat luar biasa. Jika dibandingkan dengan semua yang ada di seluruh alam ini kita hanyalah makhluk kecil.

Allah SWT berfirman:


اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ  يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا  ۙ  وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖ   ۗ  اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَالْاَمْرُ  ۗ  تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ


"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 54)


Alhamdulillah ternyata dari bintang kecil yang berkelip di langit kita dapat memetik pelajaran bahwa kita manusia hanyalah bagian makhluk Allah yang sangat kecil. Maka dari itu sikap rendah hati harus kita teladani dari panutan kita Baginda Rasulullah saw. Menjauhi sikap sombong, karena hakikatnya kita hanya makhluk kecil. 

Yuk, kita selalu rajin berdoa supaya lebih dekat dengan Pencipta kita yakni Allah SWT. Belajar mendekatkan diri dengan mengenal macam-macam ciptaan Allah adalah salah satunya. 

Sampai jumpa di kesempatan berikutnya ya bersama Bunda Denok.


Sumber gambar:

https://id.pinterest.com/pin/479000110370388324/

Sumber referensi:

https://pelayananpublik.id/2020/04/03/bintang-pengertian-sifat-proses-pembentukan-dan-jenisnya/

Komentar